Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

TOKOH MASYARAKAT BERSUARA: “Jangan Asal Tuding Hancur” Kondisi Alam, Jalan Itu Dibangun di Lokasi Rawan Banjir”

99
×

TOKOH MASYARAKAT BERSUARA: “Jangan Asal Tuding Hancur” Kondisi Alam, Jalan Itu Dibangun di Lokasi Rawan Banjir”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PERANAP-INHU | Tran7riau.com

Munculnya pemberitaan miring terkait kerusakan jalan rabat beton di Desa Semelinang Tebing memicu reaksi dari para Tokoh Masyarakat setempat. Mewakili suara warga yang memahami sejarah pembangunan desa, para tokoh masyarakat memberikan klarifikasi agar publik tidak mendapatkan informasi yang menyesatkan.

Example 300x600

​”Itu Bangunan Lama, Bukan Tahun 2025″
​Salah satu tokoh masyarakat Desa Semelinang Tebing menegaskan bahwa narasi yang menyebut jalan tersebut adalah proyek tahun ini sangat tidak berdasar.

​”Perlu kami luruskan, jalan itu dibangun pada tahun 2022, bukan 2025. Jadi kalau sekarang ada kerusakan setelah 3 tahun dihantam cuaca, itu hal yang wajar karena faktor usia dan alam. Jangan dipelintir seolah-olah ini proyek baru yang gagal,” tegasnya.

​Fakta Alam Lokasi Rawa dan Masih Banjir Sampai Hari Ini ​Tokoh masyarakat mengajak pihak-pihak yang mengkritik untuk turun langsung melihat kondisi geografis di lokasi ​Lahan Rawa Lokasi jalan tersebut secara teknis memang berada di tanah rawa yang labil.

​Banjir Masih Menggenang “Sampai hari ini pun jalan itu masih terendam banjir.

Bagaimana beton mau awet kalau terus-terusan dipaksa berendam di air rawa? Ini murni faktor alam yang ekstrem di wilayah kami,” tambah perwakilan tokoh masyarakat lainnya.

​Membela Transparansi Desa
​Terkait isu transparansi, Tokoh Masyarakat memberikan kesaksian bahwa proses pembangunan di desa selalu melibatkan warga.

​Hasil Musyawarah Pembangunan tahun 2022 tersebut adalah hasil kesepakatan bersama dalam musyawarah desa.
​Sudah Sesuai Aturan: Saat pengerjaan dulu, papan informasi terpasang dan pengawasan dilakukan secara terbuka.

​Ajakan Untuk Objektif
​Tokoh masyarakat menyayangkan adanya opini yang menyudutkan desa tanpa melihat kondisi lapangan yang sebenarnya.

​”Kami sebagai warga yang tiap hari lewat di sana tahu persis perjuangan membangun di atas rawa. Kita harus objektif melihat bencana banjir yang terus berulang. Jangan hanya mencari kesalahan, tapi lihat juga tantangan alam yang kami hadapi.”

​Pernyataan Bersama

Tokoh Masyarakat Desa Semelinang Tebing
Kecamatan Peranap, Indragiri Hulu

Redaksi

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *